SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Bupati Bojonegoro Setyo Wahono telah mengajukan penambahan alokasi pupuk bersubsidi ke Kementerian Pertanian (Kementan) agar sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) para petani. Langkah ini mendapatkan dukungan penuh dari anggota DPRD Partai NasDem, Ahmad Suyono.
“Bupati Bojonegoro sudah mengirimkan surat permohonan ke Kementan, agar alokasi pupuk 2025 di Bojonegoro dipenuhi sesuai RDKK,” kata Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, Senin (14/04/2025).
Sesuai data RDKK Kabupaten Bojonegoro, kebutuhan pupuk bersubsidi jenis urea sebanyak 65.661 ton dengan alokasi dari Kementerian Pertanian sebangak 65.893 ton.
Sementara untuk kebutuhan NPK sebanyak 72.644 ton dengan alokasi 42.141 ton atau 52 persen dari total kebutuhan. Sedangkan pupuk organik dibutuhkan sebanyak 58.482 ton dan mendapatkan alokasi 18.083 ton atau 30 persen dari total kebutuhan.
“Pak Bupati memohon Kementan untuk memenuhi (penambahan alokasi) sesuai lahan pertanian Bojonegoro seluas 83 ribu hektare,” terang pria asal Blitar ini.
Dia melanjutkan, bahwa kecukupan pupuk sangat dibutuhkan untuk sektor pertanian supaya proses pemupukan bisa dilakukan secara berimbang. Pola pemupukan yang baik dilakukan dengan mengalokasikan lima kuintal pupuk organik, tiga kuintal pupuk NPK dan dua kuintal pupuk urea untuk lahan seluas satu hektare.
“Untuk luas lahan satu hektare, pemupukan paling baik dengan pola 5-3-2. Jika kekurangan pupuk, hasilnya tidak bisa maksimal,” jelasnya.
Terpisah, Anggota DPRD Bojonegoro, Ahmad Suyono berpendapat bahwa langkah cepat Bupati Setyo Wahono sangat tepat, artinya subsidi pupuk dari Kementan perlu di rasionalisasi guna mendapatkan ketersedian pupuk yang cukup dan tepat waktu.
“Kita tahu selama ini disaat musim tanam, problem pupuk masih menjadi momok hebat, kita berharap agar pejuang pangan (petani) tidak lagi berspekulasi saat bercocok tanam,” paparnya saat ditemui di sela-sela kegiatan persawahannya yang terletak di Desa Ngampal, Sumberrejo, Bojonegoro.
Kak Yono, begitu ia karib disapa, mengurai kebutuhan pupuk di Kabupaten Bojonegoro saat ini. Dari data yang ia peroleh, untuk jenis pupuk Urea sebanyak 65.661 ton dan telah terpenuhi alokasi dari Kementan sebanyak 65.893 ton.
Namun untuk pupuk NPK dan Organik masing – masing masih ada kekurangan yang cukup signifikan, yakni pupuk NPK kurang 48 persen dan pupuk Organik kurang 70 persen.
Politikus Partai NasDem ini berharap, agar langkah -langkah Bupati Setyo Wahono dalam mengatasi problematika juga didukung oleh semua pihak terkait, mulai volume ketersediaan pupuk sampai pendistribusiannya.
Ia menguntai asa agar semua pihak bisa bersinergi dengan baik guna mendukung program Bupati Setyo Wahono menjadikan Kabupaten Bojonegoro sebagai lumbung pangan.
“Semoga ke depan dan selanjutnya di wilayah Bojonegoro tidak ada lagi kelangkaan pupuk yang dengan saat itu juga pupuk berlebel subsidi bisa seketika muncul jika bersedia membeli jauh lebih mahal dari harga subsidi,” tandasnya.(fin)





