DLH Bojonegoro bersama Polisi Ambil Sampel Air di Sekitar Pengeboran Migas Sukowati

DLH ambil sampel air
Petugas dari DLH Bojonegoro saat melakukan pengambilan sampel air di sekitar pengeboran Migas Sukowati.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama jajaran Polres Bojonegoro, Polda Jatim mengambil sampel air yang diduga tercemar kandungan minyak dari pengeboran lapangan minyak dan gas bumi (Migas) Pad B Sukowati, Blok Tuban, Senin (17/2/2025).

Pengambilan sampel tersebut dilakukan di saluran irigasi persawahan sebelah selatan lokasi pengeboran migas Sukowati turut Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Kepala Unit 2 (Kanit Tipidsus), Ipda Achmad Zaenan Na’im mengatakan, tim DLH Bojonegoro telah mengambil sampel di saluran irigasi persawahan warga untuk mengetahui kandungan baku mutu air.

“Hari ini kami bersama DLH kembali mengambil sampel di selatan lokasi pengeboran minyak Sukowati, Desa Ngampel. Tadi klasifikasi sampelnya adalah logam berat dan minyak lemah,” katanya, kepada Suarabanyuurip.com.

Na’im mengungkapkan, hasil pengambilan sampel ini nantinya akan dicek di laboratorium DLH untuk mengetahui kandungan airnya. Namun, sebelumnya kepolisian Bojonegoro telah mengambil sampel lebih dulu pada Minggu (16/2/2025) kemarin.

“Sampel itu kami kirim ke DLH dan rencananya juga akan diserahkan ke laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim,” ungkapnya.

Baca Juga :   Kepmen ESDM Terbit, PT BBS Akan Lanjutkan Pengelolaan Sumur Minyak Tua

Terpisah, Kepala Dinas DLH Bojonegoro Luluk Alifah saat dikonfirmasi Suarabanyuurip.com melalui sambungan WhatsApp belum memberikan jawaban mengenai kapan hasil sampel air yang diambil di sekitar lokasi pengeboran migas Sukowati akan diketahui.

Pertamina EP Sukowati
BUKAN LIMBAH : Tim Pertamina EP Sukowati Field temukan ceceran solar dari bak penampung milik rekanan water treatment dan gerak cepat lakukan pembersihan.(ist/rian)

Sementara Pertamina EP Sukowati memastikan tidak ada pencemaran limbah dari aktivitas pengeboran yang dilakukan.

“Setelah kita lakukan pengecekan di area fasilitas produksi Pad B, dan dipastikan tidak ada limbah yang keluar dari lokasi, tim memperluas pengecekan ke area pengeboran. Hasilnya, didapatkan sumber ceceran yaitu dari tangki solar untuk kebutuhan genset kontraktor,” kata Manager Sukowati Field, Arif Rahman Hakim.

Ditambahkan, begitu menerima laporan warga, pihaknya langsung melakukan  pengecekan di area fasilitas produksi Pad B. Setelah dipastikan aman, area pemeriksaan diperluas hingga area pengeboran sumur SKW 38.

Lewat penelusuran secara detail, sumber ceceran solar yang masuk ke saluran air diketemukan. Yakni, ceceran itu bersumber dari area genset milik salah satu mitra kerja Pertamina EP Sukowati yaitu PT ASRI.

Baca Juga :   Pertamina Sukowati Pastikan Rembesan di Lahan Pertanian Bukan Limbah Operasi Migas

Dijelaskan, ceceran solar itu berasal dari bak penampung genset PT ASRI yang melakukan pekerjaan water treatment di pengeboran sumur SKW 38. Posisi bak penampung  terpapar curah hujan yang cukup tinggi di area Desa Ngampel. Akibatnya, ceceran solar masuk ke area saluran air yang berada di luar pagar.

“Kami langsung melakukan pembersihan, dan kami upayakan ceceran tersebut tidak lagi ada dalam saluran air.  Terkait PT ASRI kami sudah memberikan teguran untuk segera memperbaiki pengelolaan fasilitas yang berada di area sumur pemboran,” jelas Arif.

Kemudian, ihwal laporan dari warga terkait adanya pekerja vendor yang melakukan pembuangan limbah ke saluran air, Pertamina EP Sukowati Field akan melakukan investigasi lanjutan bersama tim drilling dan para vendor yang beraktifitas di lokasi.

 “Jika terbukti, kami memastikan akan memberikan peringatan keras kepada kontraktor sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait