Menteri Bahlil Optimis Lapangan Minyak Banyu Urip Tambah Produksi 30 Ribu Bph, Dari Sumur BUIC?

Sumur minyak Banyu Urip Blok Cepu.
Pengeboran PDSI 40 untuk pengambangan sumur BUIC di Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Belum lama ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan, optimis produksi minyak dari lapangan Banyu Urip, Blok Cepu yang berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, bakal bertambah sebesar 30 ribu barel per hari (bph).

Padahal, masa puncak produksi lapangan minyak Banyu Urip telah berakhir pada 2021. Sehingga kini mengalami penurunan secara alamiah, atau decline. Kendati, operator Lapangan Banyu Urip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) berupaya mengatasi masalah natural ini dengan melakukan pengembangan melalui pengeboran tujuh sumur Banyu Urip Infill Clastic (BUIC). Tahun 2024 lalu, telah mengebor dua sumur.

External Engagement & Socioeconomic Manager EMCL, Tezhart Elvandiar, saat bertemu awak media di Hotel Aston Bojonegoro Ramadan mengatakan, produksi dari dua sumur itu sebanyak 14.000 bph. Pengeboran BUIC bertujuan mengurangi rasio natural decline di Lapangan Banyu Urip. Pada tahun 2025 ini EMCL akan mengebor lagi lima sumur dengan bor berseri.

“Drill rig yang digunakan adalah hasil karya putra putri Indonesia sendiri,” ungkap Etang, sapaan akrab Tezhart Elvandiar.

Dari proyek pengeboran 7 sumur BUIC diperkiraan ada tambahan produksi minyak sebesar 42.92 MMBO (million barel oil/juta barel minyak). Ketujuh sumur itu terdiri lima sumur infill dan dua sumur clastic. Dua sumur pertama ialah sumur B13 dan B12.

Sesuai target WP&B (Work Program and Budget), dua sumur itu diharapkan dapat memberikan kontribusi produksi rata-rata tahunan untuk 2024 sebesar 9.285 BOPD. Meskipun sebenarnya per sumur diperkirakan bisa memproduksi 10.000 sampai 15.000 bph.

Baca Juga :   Kades Gayam Dapat Instruksi Khusus dari Bupati

Sedangkan tiga sumur lainnya dari proyek ini, yaitu Sumur C13, C14, dan C19 ditargetkan untuk onstream pada Q1 2026. Tetapi EMCL diyakini selalu menjadi lebih cepat dari jadwal. Sehingga dimungkinkan tiga sumur itu akan onstream pada 2025.

Begitu juga untuk 2 sumur clastic yakni C15 dan C21, diharapkan nantinya informasi dari sumur ini dapat memberikan data yang lebih akurat tentang potensi kandungan minyak lapisan clastic Lapangan Banyu Urip dengan perkiraan cadangan 3P (proven, probable, possible) sebesar 670 juta barel minyak/MMBO.

Proyek BUIC ini diharapkan akan mencapai produksi puncak pada tahun 2027 dengan level produksi 19.000 bopd. Total investasi dari proyek ini mencapai US$203,5 juta atau Rp3,25 triliun. Dari investasi ini perkiraan ada tambahan penerimaan negara yang dihasilkan mencapai sekitar +/- US$2,1 miliar atau Rp33,6 triliun.

Meskipun tidak menegaskan perihal tambahan produksi minyak 30 ribu bph berasal dari sumur BUIC, namun Senior Vice President Production ExxonMobil Indonesia, Muhammad Nurdin menyatakan, produksi minyak lapangan Banyu Urip pada awal tahun 2025 sudah mencapai 154 ribu barel oil per day (bopd). Produksi tersebut di atas target APBN sebesar 136 ribu bopd.

“Sementara pada 2024 lalu target lifting Blok Cepu juga meningkat atau di atas target APBN. Yakni dari target 140 ribu barel menjadi 147 ribu BOPD, meningkat 7 ribu BOPD di atas target APBN,” kata Nurdin saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Kamis (27/2/2025), dikutip dari kanal Youtube Parlemen.

Baca Juga :   Berharap Perda RDTRK Segera Disahkan

Diwartakan sebelumnya, produksi minyak Blok Cepu yang dikelola oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) diyakini bakal mengalami peningkatan. Yakni bertambah sekira 30 barel per hari (bph).

Peningkatan ini akan mempengaruhi pula jumlah minyak siap jual dari ladang minyak Banyu Urip, Blok Cepu yang berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur tersebut.

Hal itu dikemukakan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dalam ajang Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2025, yang terselenggara pada 20-22 Mei 2025 di Tangerang, Banten.

Bahlil menyatakan keyakinannya bahwa produksi minyak dari Blok Cepu akan bertambah sebesar 30 ribu bph bulan Juli hingga Agustus mendatang. Maka dengan demikian, lifting minyak di Blok Cepu akan mencapai sekira total 190 ribu bph.

“Kami laporkan juga yang sudah ada komit di Juli-Agustus, Ibu Carole, Exxon itu 155 ribu dari total 600 ribu, 60 persen Pertamina selebihnya KKKS lain. Tapi Juli-Agustus nambah 30 ribu bph jadi bisa 185-190 ribu bph, ini kita pelan, kita tarik,” katanya di hadapan Presiden Prabowo dan para pemangku kepentingan perusahaan hulu migas dari berbagai negara.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *