SuaraBanyuurip.com – M Alamsyah Syarifudin
Bojonegoro – Sebanyak tiga Helikopter Super Puma dari Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja Bogor, Jawa Barat telah sukses mendarat di lapangan sepakbola Desa/Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (25/6/2025), pukul 16.24 Wib.
Ketiga pesawat tersebut untuk uji coba pendaratan dalam rangka kesiapan kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto, untuk meresmikan peningkatan produksi minyak Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Kamis (26/6/2025).
Gladi pendaratan Helikopter Super Puma dari Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja Bogor hanya berlangsung sekitar lima menit. Setelah itu helikopter kembali terbang.
Helikopter Super Puma dari Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja Bogor ini akan membawa rombongan Presiden Prabowo Subianto untuk meresmikan peningkatan produksi minyak Blok Cepu.
Presiden Prabowo Subianto akan didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Plt Direktur Jendral (Dirjen) Migas Tri Winarno, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto.
Rencana kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Blok Cepu ini melibatkan pemgamanan 1.316 personel dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, PLN ikut apel gelar pasukan pengamanan kunjungan Presiden Prabowp Subianto.
Ribuan personel telah mengikuti apel gelar pasukan di lapangan sepakbola Gayam, Rabu (25/6/2025), pukul 15.00 Wib. Apel gelar pasukan pengamanan kunjungan Presiden Prabowo dipimpin oleh Dansatgas Pamwil atau Komandan Korem (Danrem) 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo, S. Hub. Int., M. Sebagai Komandan Upacara adalah Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0813 Bojonegoro Mayor Inf Bambang Riyanto.
“Apel gelar pasukan pengamanan Presiden RI diikuti 1.316, terdiri dari berbagai unsur. Mulai TNI,Polri, Damkar, masyarakat sipil. Gelar pasukan sesuai jadwal dimulai pukul 13 00 wib,” ujar Bambang ditemui sebelum apel.
Produksi minyak lapangan Banyu Urip, Blok Cepu mengalami peningkatan dari 150 ribu barel per hari (bph) menjadi 180 ribu bph. Peningkatan produksi ini dihasilkan dari proyek Banyu Urip Infil Clastic (BUIC) yang dilaksanakan EMCL.
“Ada peningkatan kurang lebih 25 ribu bph,” kata Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabanusa), Febrian Ihsan.(lam)




