SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Realisasi dana bagi hasil (DBH) migas tahun 2025 mencapai Rp 1,94 triliun. Selain itu, DBH pajak bumi dan bangunan (PBB) sektor migas sebesar Rp 1,03 triliun juga mencapai target tahun lalu.
Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bojonegoro, Teguh Ratno Sukarno menyampaikan, DBH PBB migas sudah tersalurkan 100 persen pada pertengahan Februari 2026 kemarin.
“Sisa Rp 81,9 miliar yang belum tersalurkan akhir tahun lalu, Februari kemarin sudah disalurkan,” katanya, Minggu (1/3/2026).
Sehingga total DBH PBB migas yang diterima Bojonegoro saat ini sebesar Rp 1,03 triliun atau sesuai pagi anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN). Teguh mengungkapkan, Bojonegoro diperkirakan menerima kembali kucuran DBH PBB migas, namun jumlahnya masih belum pasti.
“Karena tergantung kebijakan dari pemerintah pusat. Bisa melampaui target kalau ada penyaluran kembali,” jelasnya.
Teguh mengatakan, realisasi DBH migas lebih dulu mencapai target yakni sebesar Rp 1,94 triliun. Kemudian awal tahun 2026, DBH PBB migas penyaluran terakhir baru masuk sekitar Rp 81,9 miliar.
Rinciannya, penyaluran pertama dilakukan pada tanggal 24 Februari 2025 sekitar Rp 81,9 miliar; kemudian Rp 122,8 miliar pada tanggal 30 April 2025; Rp 122,8 miliar pada tanggal 23 Juni 2025; Rp 217,3 miliar pada 15 Agustus 2025; Rp 163,8 miliar pada 29 Agustus 2025; Rp 163,8 miliar pada tanggal 31 Oktober 2025; dan sekitar Rp 81,9 miliar disalurkan pada Rabu 24 Desember 2025 lalu.
“Untuk yang penyaluran 2026, saya belum bisa cek datannya. Yang pasti pad pertengahan Februari kemarin,” tandasnya.(jk)





