SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Dana bagi hasil (DBH) migas tahun 2025 yang belum diterima Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur masih tersisa sekitar Rp 777 miliar. Dari total pagu DBH Migas sebesar Rp 1,94 triliun, sebanyak Rp 1,16 triliun sudah tersalurkan.
Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bojonegoro, Teguh Ratno Sukarno menyampaikan, Bojonegoro kembali menerima DBH migas sebesar Rp 388 miliar. Rinciannya Rp 386 miliar DBH minyak bumi dan Rp 2,2 miliar DBH gas bumi.
“Hingga akhir 31 Juli kemarin DBH migas telah salur sebesar 60 persen,” katanya, Jumat (1/8/2025).
Teguh nenjelaskan, penyaluran DBH migas Bojonegoro masih sisa Rp 777 miliar, belum tersalurkan. Hal itu berdasarkan pagu anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sekitar Rp 1,9 triliun untuk DBH migas di Bojonegoro telah tersalur sekitar Rp 1,16 triliun.
“Sedangkan pagu DBH gas bumi Rp 11 miliar, telah salur sekitar Rp 6,6 miliar atau tersisa sekitar Rp 4,4 miliar,” katanya kepada suarabanyuurip.com.
Berdasar data KPPN, rincian penyaluran DBH migas di wilayah Bojonegoro meliputi penyaluran pertama DBH minyak bumi sebesar Rp 193,2 miliar, dan Rp 1,1 miliar gas bumi pada 31 Januari 2025.
Kemudian, DBH minyak bumi sekitar Rp 289,9 miliar dan Rp 1,6 miliar gas bumi disalurkan pada 24 Maret 2025. Selanjutnya, DBH minyak sebesar Rp 289,9 miliar dan Rp 1,6 miliar gas bumi disalurkan pada 28 Mei 2025. Dan, kembali disalurkan Rp 386 miliar DBH minyak bumi dan Rp 2,2 miliar DBH gas bumi kemarin (31/72025)
“Kedepan masih ada penyaluran berikutnya, karena masih ada sisa,” tandasnya.(jk)





