SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Produksi telur program gerakan ayam petelur mandiri (Gayatri) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur mencapai 385.119 butir. Jumlah tersebut dari hasil produksi ayam petelur di 400 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di 10 desa.
Gayatri merupakan salah satu program unggulan Pemkab Bojonegoro untuk mengurangi tingkat kemiskinan. Program ini dirancang menciptakan kemandirian ekonomi keluarga prasejahtera. Setiap KPM mendapat bantuan 54 ekor ayam siap produksi, kandang batrai, stok pakan, vitamin, obat-obatan, dan pendampingan.
“400 KPM penerima Gayatri ini anggaranya bersumber dari APBD induk yang sudah tersalurkan sejak Juli 2025 lalu,” kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, Fajar Dwi Nurrizki.
Dia menjelaskan, sekitar 21.600 ekor ayam tersebut sudah menghasilkan 385.119 butir telur. Produksi telur lebih banyak dari program Gayatri yang ditangani Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro.
“Itu karena dari sisi usia ayam yang diberikan KPM sudah siap bertelur,” katanya, Rabu (15/10/2025).
Selain itu, pemberian pakan serta kondisi kandang membuat ayam lebih nyaman dan produktif. Sehingga hasil produksi telur bisa maksimal atau lebih banyak.
Program Gayatri yang ditangani Disnakkan ini tersebar di 10 desa di 5 kecamatan. Meliputi Kecamatan Ngambon; Desa Bondol dan Sengon, Kecamatan Sekar yakni Desa Sekar dan Klino, Kecamatan/Desa Gondang dan Senganten Tambakrejo, Desa Kancangan dan Turi, kemudian Kecamatan Bubulan di Desa Cancung, dan Sumberbendo
“Masing-masing kecamatan terdapat dua desa,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro, Machmuddin mengatakan, program Gayatri dianggarkan sebesar Rp 45,2 miliar dari dana APBDes, dan sudah terealisasi sebesar Rp 14,2 miliar.
“Sedangkan dari 419 desa yang telah terealisasi sebanyak 145 desa. Sisanya 274 belum menjalankan program Gayatri, dan tiga desa belum melaporkan di DPMD sehingga belum tercatat,” katanya.
Dia menjelaskan, produksi telur saat ini sudah mencapai 65.351 butir di 741 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di 22 kecamatan. Telur tersebut dihasilkan dari 40.154 ekor ayam yang sudah diserahkan di KPM, dari target sebanyak 140.939 ekor ayam.
“Penyaluran bantuan paket ayam memang belum mencapai 50 persen karena masih menunggu stok ayam petelur. Sehingga menjadi penyebab sebagian desa belum menjalankan program Gayatri,” terang mantan Camat Ngasem itu.(jk)





