SuaraBanyuurip.com – Desa Kauman, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur berhasil meraih prestasi membanggakan tingkat nasional. Transformasi digital dalam pelayanan publik yang dirintis sejak 2018 silam, mampu menyabet Juara Harapan II dalam Lomba Desa Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT).
Acara penganugerahan digelar dalam rangka Hari Desa Nasional di Kabupaten Boyolali, Kamis (15/01/2026) lalu. Bupati Bojonegoro Setyo Wahono ikut hadir dalam kegiatan tersebut.
“Ini bukan perjuangan sehari atau setahun, tetapi proses panjang yang kami mulai sejak tahun 2018. Transformasi digital adalah keniscayaan untuk pelayanan publik yang transparan, efisien, dan inklusif,” kata Kepala Desa Kauman, Kepala Desa Kauman Yulia Purwaningtyasari dalam satu kesempatan.
Transformasi digital di Desa Kauman dimulai pada 2018 dengan membangun situs web desa berbasis OpenSID, lengkap dengan arsip digital sebagai upaya membuka akses informasi publik secara terbuka. Dilanjutkan 2019, masyarakat mulai diedukasi untuk membuat blog pribadi yang kemudian terintegrasi dengan situs web desa. Fasilitas Wi-Fi gratis mulai dihadirkan, disertai peningkatan sistem informasi dan transparansi.
Ketika pandemi covid-19 melanda di tahun 2020, Desa Kauman sigap berinovasi dengan meluncurkan layanan mandiri berbasis digital. Inisiatif ini dirancang untuk meminimalisir kontak langsung namun tetap memenuhi kebutuhan administratif warga dengan cepat dan aman.
Tahun 2021 menjadi titik penting lainnya dengan predikat sebagai Desa Cinta Statistik, sekaligus peluncuran Lapak Desa Online. Ini sebagai langkah memfasilitasi pelaku UMKM lokal memasarkan produknya secara digital. Pada tahun 2022, jaringan internet publik diperluas dan keamanan lingkungan ditingkatkan melalui pemasangan CCTV di sejumlah titik strategis.
Tak berhenti di situ. Pada 2023 menjadi awal diterapkannya konsep Smart Village dengan berbagai inovasi seperti workshop digital marketing bagi pelaku usaha lokal serta pendirian IT Center sebagai ruang belajar teknologi masyarakat. Perkembangan berlanjut di tahun 2024 dengan hadirnya Perpustakaan Digital (Digital Library), peningkatan titik CCTV menjadi 16 unit, penggunaan teknologi Internet of Things (IoT) di kantor desa, serta pengembangan Wi-Fi publik di enam titik termasuk poskamling dan masjid.
“Kami juga menerapkan sistem geotagging penerima bantuan diterapkan untuk memastikan ketepatan sasaran distribusi bantuan sosial secara adil dan transparan,” tegas Yulia.
Pada 2025, langkah Desa Kauman makin terarah. SiBaKu atau Sistem Informasi Bayi dan Balita Kauman diciptakan. Aplikasi ini mempermudah kader kesehatan dalam memberikan layanan posyandu, sekaligus memungkinkan masyarakat mengakses riwayat kesehatan anak, remaja, hingga lansia.
Hadirnya SiBaKu menjadikan pelayanan posyandu menjadi lebih cepat, efisien, dan mudah diakses. Masyarakat juga bisa melihat sendiri perkembangan kesehatan keluarganya. Fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam SiBaKu juga memungkinkan sistem merespons kebutuhan warga dengan lebih cepat dan tepat sasaran.

Komitemen kuat Desa Kauman mengembangkan digitilisasi dalam pelayanan publik sejalan dengan semangat Hari Desa Nasional yang tahun ini mengusung tema “Bangun Desa, Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia”.
Yulia berharap prestasi dan predikat Desa Digital yang diberikan oleh Kemendes PDTT ini menjadi pemacu semangat dalam meningkatkan kemudahan akses layanan, pemberdayaan, serta keterbukaan informasi kepada masyarakat, guna mewujudkan pemerintahan yang akuntabel dan menjadikan Desa Kauman sebagai desa cerdas yang membanggakan Kabupaten Bojonegoro.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono mengapresiasi prestasi yang diraih Desa Kauman dalam lomba desa digital tingkat nasional.
“Kami berharap ini bisa menjadi motivasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Bojonegoro untuk terus berinovasi, memanfaatkan teknologi digital, serta berperan aktif mendukung program pemerintah,” tegasnya.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Yandri Susanto menegaskan, bahwa kekompakan, kebersamaan, dan keguyuban merupakan modal utama dalam memajukan Republik Indonesia. Menurutnya, pembangunan nasional tidak mungkin dijalankan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja bersama seluruh desa.
“Indonesia memiliki 75.266 desa. Tidak mungkin dikerjakan oleh satu orang atau satu lembaga. Kita bukan superman, tapi superteam. Mari kita bangkitkan energi positif, hilangkan praduga yang tidak bermutu di tengah rakyat, dan perkuat persatuan untuk maju bersama,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh desa untuk mendukung Asta Cita ke-6, yakni membangun dari desa dan dari bawah guna mendorong pemerataan ekonomi serta percepatan pemberantasan kemiskinan. Desa dinilai sebagai pusat siklus ekonomi yang memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkembang jika dikelola secara optimal.
Senada dengan hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya peran desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kerakyatan, penguatan pelayanan dasar, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkelanjutan.
“Desa merupakan ujung tombak pelaksanaan kebijakan nasional. Seluruh kebijakan pada akhirnya bermuara di desa, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan dan memperkuat ekonomi kerakyatan agar pembangunan benar-benar dirasakan hingga masyarakat desa,” tegasnya.(red)






