Siap-siap! Ada Proyek Baru di Blok Cepu 2027

Lapangan Kedung Keris.
Lapangan minyak Kedung Keris di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

SuaraBanyuurip.com – Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suprawoto mengatakan, ExxonMobil berencana melakukan pengembangan lapangan Banyu Urip, Blok Cepu di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, untuk menambah cadangan minyak.

“Banyu Urip sekarang mengajukan semacam change order dengan PoD baru sekitar 2027. Mudah-mudahan bisa meningkatkan reservoir,” kata Sugeng dikutip dari kanal Youtube Detalk bertema: Mewujudkan Ketahanan Energi Nasional, Asa Produksi Minyak 1 Juta Barel, Rabu (11/2/2026).

Politisi NasDem ini menyampaikan, lifting minyak nasional sekarang ini bergantung dari produksi lapangan-lapangan tua. Ada dua lapangan yang menjadi tulang punggung lifting minyak nasional saat ini yakani lapangan Banyu Urip, Blok Cepu dan Rokan. Produksi minyak lapangan Banyu Urip kembali bertambah sebesar 30 ribu barel per hari (bph) melalui proyek Banyu Urip Infill Clastic (BUIC).

“Sebagaimana kita ketahui backbone kita sekarang ini ada dua, Banyu Urip dan Rokan. Banyu Urip kamarin tambah ada BUIC. Kalau Rokan ini agak banyak gangguan, karena tergantung pada listriknya untuk menghasilkan steam. Bayangkan untuk mengangkat 150 ribu barel saja diperlukan listrik 10 juta tiap keluar, jadi memang costnya agak tinggi,” jelas Sugeng.

Dia menegaskan, untuk meningkatkan lifting minyak nasional hanya ada dua cara yang bisa dilakukan yakni melalui eksplorasi dan keandalan teknologi. Sugeng mencontohkan, Negara Amerika Serikat sekarang ini menjadi produsen minyak terbesar di dunia mengalahkan Arab Saudi karena menggunakan teknologi canggih. Produksi minyak Paman Sam saat ini mencapai 12,8 juta Bph.

“Jadi kuncinya ya itu, eksplorasi, eksplorasi, eksplorasi dan teknologi kalau kita mau meningkatkan lifting 1 juta barel pada 2030. Tanpa itu muskil. Untuk itu kita terus mendorong terbentuknya ekosistem bisnis hulu migas yang baik di Indonesia, salah satunya melalui revisi UU Migas,” pungkas Sugeng.

Baca Juga :   Prabowo Janji akan Kunjungi Bojonegoro

Deputi Eksplorasi, Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus menambahkan, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) telah sepakat melakukan eksplorasi-ekplorasi di lapangan terdekat produksi meningkatkan lifting minyak 2026.

“Sesuai WP&B tahun 2026 yang sudah disepakati KKKS akan menambah kegiatan pengeboran sumur eksplorasi. KKKS telah mengusulkan 39 pengeboran sumur ekplorasi, dan per hari ini sudah ada insiatif 13 pengeboran, tapi Bapak Kepala SKK Migas minta agar dicari lagi tambahan 48 pengeboran sumur eksplorasi dari fasilitas produksi terdekat,” jelas Rikky.

Tiga Lapangan di Blok Cepu akan Dikembangkan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya menyampaikan, ada tiga lapangan migas di wilayah kerja pertambangan (WKP) Blok Cepu yang berada di Kabupaten Bojonegoro, segera dikembangkan oleh ExxonMobil. Total investasinya mencapai US$ 472,2 juta atau sekitar Rp 7,15 triliun.

Ketiga lapangan migas tersebut adalah lapangan Kedung Keris West (Barat) di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu; lapangan gas Alas Tuwo West di Desa/Kecamatan Ngasem; dan lapangan gas Cendana di Desa Cendono, Kecamatan Padangan.

“Total investasi untuk pengembangan tiga lapangan migas tersebut mencapai US$ 472,2 juta atau sekitar Rp 7,15 triliun,” kata Bahlil saat kunjungan kerja di lapangan Banyu Urip, Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Senin 30 September 2024.

Dia menjelaskan, untuk rencana pengembangan West Kedung Keris dilakukan periode 2025-2027 dengan nilai investasi US$ 48 juta. Rencana pengembangan lapangan gas Cendana investasinya mencapai US$ 170,3 juta, dan investasi lapangan gas Alas Tua West sebesar US$ 253,9 juta.

Baca Juga :   BKS Blok Cepu Jajaki Ekspor Minyak Banyu Urip

“Pengembangan ini untuk mencapai target program 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik gas bumi per hari (BSCFD) di 2030 guna mendukung ketahanan energi nasional,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Anggota Badan Kerja Sama (BKS) PI Blok Cepu, Hadi Ismoyo menyampaikan, pengembangan tiga lapangan migas di WK Blok Cepu tersebut baru sebatas wacana secara umum. Semua pengelola blok migas di Indonesia, termasuk Blok Cepu harus mengembangkan potensi lapangannya masing-masing.

“Benar bahwa potensi yang ada di Blok Cepu ada pada lapangan tersebut. Namun joint venture member belum membicarakan secara detail,” kata pria yang menjabat Presiden Direktur PT. Petrogas Jatim Utama (PJU), BUMD Provinsi Jatim ini.

Hadi menambahkan, lapangan Cendana dan Alas Tua adalah gas. Sehingga tidak akan ekonomis untuk dikembangkan kalau kontrak Blok Cepu tidak mendapat perpanjangan (exstention), karena akan habis pada 2035 mendatang.

Sebagai informasi, BKS Blok Cepu adalah pengelola participating interest (PI) 10 persen. BKS PI Blok Cepu terdiri dari empat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Yakni BUMD Provinsi Jatim PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC); BUMD Bojonegoro PT Asri Dharma Sejahtera (ADS); BUMD Provinsi Jateng PT Sarana Patra Hulu Cepu (SPHC): dan BUMD Blora PT Blora Patragas Hulu (BPH).

Presiden ExxonMobil Indonesia, Wade Floyd berharap pemerintah mendukung penyelesaian proses perizinan untuk pengembangan proyek Banyu Urip, Blok Cepu, kedepan.

“Kami berharap dapat berkolaborasi untuk memastikan ExxonMobil dapat memperoleh perizinan secepatnya, agar peningkatan produksi juga lebih cepat,” ujar Wade saat dialog dalam CEO Forum awal 2026 di Jakarta.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait