SuaraBanyuurip.com – Pemerintah Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berharap proyek kilang mini Liquefied Natural Gas (LNG) milik PT OTS Internasional (OTSI), anak perusahaan PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI), memaksimalkan tenaga kerja lokal baik saat konstruksi dimulai maupun kilang beroperasi.
Proyek kilang mini LNG tersebut akan dibangun di Desa Katur. Peletakan batu pertama (Groundbreaking) pembangunan kilang mini LNG atau gas alam cair telah dilaksanakan pada pertengahan Maret 2026 lalu. Kilang mini LNG di Desa Katur dibangun oleh OTSI, dan akan dijalankan melalui unit usaha OTSI, yaitu PT Hutama Metana Perkasa.
Kepala Desa (Kades) Katur, Sukono mengatakan, menyambut baik proyek pembangunan kilang mini LNG di wilayahnya. Keberadaan proyek tersebut dinilai akan memberikan efek berganda-multiplier effect- bagi masyarakatnya. Mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peluang usaha.
“Kami sangat mendukung dan terbuka kepada investor yang akan membangun usahanya di sini. Ini akan bisa mengurangi pengangguran dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga di sini,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com.
Menurut Sukono, kontraktor pelaksana proyek kilang mini LNG telah membangun komunikasi yang baik dengan Pemerintah Desa Katur. Mereka beberapa kali melakukan koordinasi setelah peletakan batu pertama pada pertengahan Maret 2026.
“Mereka komunikatif. Beberapa hari kemarin juga datang untuk menyampaikan kalau konstruksi akan dimulai Juni-Juli ini,” tuturnya.
Sukono berharap kontraktor pelaksana proyek kilang mini LNG nantinya bisa menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat Katur sebelum konstruksi dimulai.
“Sehingga warga bisa ikut mendukung agar proyek ini berjalan lancar,” pungkas kepala desa dua periode ini.
Proyek pembangunan fasilitas pengolahan gas alam cair skala kecil atau Mini LNG Plant itu menempati lahan milik Humpuss seluas 1,6 hektar. Lokasinya berada di selatan kilang minyak mini milik PT Tri Wahan Universal (TWU).
Kilang mini LNG di Desa Katur memiliki kapasitas 5 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day). Suplai gasnya dari jaringan pipa Gresik-Semarang (Gresem) milik Pertamina Gas Negara (PGN). Mini LNG plant ini rencananya akan mendukung pasokan di Jawa Barat hingga Jawa Timur.
“Pembangunan fisik hingga tahap operasional diperkirakan akan memakan waktu antara 12 hingga 15 bulan” kata Direktur PT OTS Internasional, Taufik dikutip dari laman resmi Humi.
Pembangunan Mini LNG plant untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung program prioritas Pemerintah Republik Indonesia. Sekaligus menjadi bukti konkret komitmen grup dalam menyediakan solusi energi yang lebih bersih, efisien, dan mendukung ketersediaan pasokan gas alam cair (LNG) untuk kebutuhan domestik.
Dalam menjalankan proyek ini, PT Hutama Metana Perkasa menjalin kolaborasi strategis dengan mitra teknologi global, China CAMC Engineering Co. Ltd. Kerja sama ini mencakup penerapan teknologi terkini dalam pengolahan gas alam menjadi bentuk cair secara efisien dalam skala menengah (mini plant).
Direktur Utama HUMI Grup, Ari Askhara mengatakan, inisiasi Mini LNG Plant ini lebih dari sekedar ekspansi bisnis, namun bukti nyata komitmen perusahaan dalam mendukung kemandirian energi nasional.
“Dengan mengoptimalkan potensi lokal di Bojonegoro dan menggandeng mitra berpengalaman, kami optimis dapat menghadirkan solusi energi yang lebih terjangkau dan berkelanjutan dibandingkan bahan bakar minyak,” jelasnya.
Pembangunan mini LNG plant di Desa Katur telah ditandai peletakan batu pertama pada (12/3/2026) lalu. Dihadiri pejabat di lingkungan Humpuss Grup, perwakilan mitra PGN dan Camcee.(red)




