SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Jakarta – Pertamina EP Cepu (PEPC) menargetkan proyek unitisasi Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru (JTB) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, selesai pada kuartal dua tahun 2021.
Direktur Utama PEPC, Jamsaton Nababan, menjelaskan, proyek Unitisasi Lapangan Gas JTB merupakan proyek strategia nasional. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) baik di tingkat nasional maupun daerah operasi.
“Ini sudah menjadi komitmen kami,” tegasnya saat press conference Proyek pengembangan Lapangan Gas JTB di Kantor PEPC Jakarta, Jum’at (9/11/2018).
Baca Juga :
Pengembangan Proyek Gas J-TB Mulai Disosialisasikan
Empat Kunci Agar Proyek Gas Jambaran – Tiung Biru Sukses
Berharap Rekind Tidak Seperti PP
Inilah Persyaratan Agar Bisa Bekerja di Proyek JTB
Tidak Ada DP, PT Rekind Bakal Seleksi Kontraktor Lokal
Rekind Diminta Segera Sosialisasikan Mekanisme Pembayaran
Proyek Gas JTB lebih ekonomis dari penghitungan awal. Pada Agustus 2015 nilai investasi mencapai US $2,056 miliar, kemudian dilakukan optimalisasi Capex bulan Desember 2016 menjadi US$ 1797 niliar, dan terakhir senilai US$1,547 miliar.
“Ada penghematan sebesar US$ 500 juta,” ucapnya.
Saat ini proyek Gas JTB telah memasuki tahap konstruksi. Proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi fasilitas pemrosesan gas (Engineering, Procurement, and Construction - Gas Processing Facility/EPC -GPF) dirancang dengan kapasitas 330 MMSCFD.
“Target kita kuartal dua 2021 selesai,” tandasnya.
Semula, proyek Gas JTB dirancang untuk menghasilkan sales gas sebesar 172 MMSCFD. Setelah dilakukan optimasi engineering diharapkan dapat menghasilkan sales gas sebesar 192 MMSCFD sehingga dapat meningkatkan penerimaan negara.
Di tempat yang sama, Direktur PT Rekayasa Industri (Rekind), Yanuar Budinorman, menyampaikan konstruksi gas JTB dilaksanakan konsorsium Rekind-JGC Indonesia-JGC Corporation (RJJ). Pihaknya berkomitmen dalam melaksanakan pekerjaan EPC GPF akan mendorong dan memberi kesempatan kepada kontraktor lokal dan nasional untuk mengikuti proses pengadaan barang dan jasa.
“Sepanjang memenuhi aspek administrasi, kompetensi teknis, harga kompetitif dan delivery,” sambung Yanuar.
Baca juga :
Inilah Persyaratan Agar Bisa Bekerja di Proyek JTB
Ini Peluang Bisnis yang Bisa Dikerjakan Kontraktor Lokal
BUMD Bojonegoro Janji Utamakan Kontraktor Lokal
Undang 10 Perusahaan Lolos Verifikasi AML PT Rekind
Pihaknya optimis dapat menyelesaikan proyek Gas JTB ini sesuai dengan target yang dsepakati. Sebab, antara pihak yang terlibat di dalamnya bisa bekerja dalam satu tim.
Khusus untuk proyek EPC GPF ini, lanjut Yanuar, sapaan akrabnya, PEPC berkomitmen untuk memonitor secara kontinyu  agar nilai TKDN minimal 40,03% dapat dicapai oleh Kontraktor RJJ. Keyakinan itu menyusul dukungan dari vendor, baik produsen dalam negeri, penyedia barang dan jasa nasional dan lokal.
“Kami semakin yakin bahwa realisasi TKDN akan melebihi target minimal dan untuk pekerjaan pendukung lainnya di luar EPC GPF diupayakan agar realisasi TKDN- nya lebih maksimal,” ungkapnya Jamsaton Nababan, menambahkan.(ams)



