Target Pendapatan PT BBS Rp2,5 Miliar Dinilai Mustahil

TpAd

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengungkapkan, sampai pada September 2019 ini besaran deviden dari pengelolaan sumur tua adalah sebesar Rp516 juta.

“Sampai bulan Desember 2019 mendatang, hanya berkisar Rp550 juta,” kata perwakilan PT BBS, Yeni, saat rapat Badan Anggaran dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) di Ruang Paripurna DPRD setempat,Senin (25/11/2019).

Dia menyatakan, jika untuk deviden yang akan disetorkan ke Pemkab Bojonegoro tahun 2020 mendatang adalah sebesar Rp600 juta. Sehingga, jika ditarget oleh TPAD sebesar Rp2,5 miliar, sangat mustahil.

“Ya karena riil pendapatan BBS hanya segitu,” tukasnya.

Ketua Tim TPAD, Nurul Azizah, mengatakan, jika target pendapatan oleh masing-masing OPD sudah dibahas melalui rapat komisi sebelumnya.

“Sehingga, apa yang sudah dipasang tentunya telah menjadi pembahasan bersama,” tukasnya.

Anggota Banggar dari Fraksi Golongan Karya, Sigit Kushariyanto, mengungkapkan, jika target yang dipasang TAPD terlalu tinggi karena estimasi pendapatan sudah jelas hanya sebesar Rp600 juta.

Baca Juga :   10 Ribu Bendera Partai Golkar di Bojonegoro Jadi Lokasi Swafoto Warga

“Kalau sampai meleset, anggota TAPD terutama Badan Pendapatan, Pak Ibnoe Soeoyoeti harus bertanggung jawab,” pungkasnya.

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *