SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dipastikan menjadi desa penghasil migas pada 2021 mendatang. Di desa ini terdapat Lapangan Minyak Kedung Keris (KDK), Blok Cepu, yang sudah berproduksi.
“Iya, tahun depan Sukoharjo jadi desa penghasil migas,” ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro, Ibnoe Soeyoeti ditemui usai rapat kerja Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di DPRD, Rabu (19/8/2020) kemarin.
Dijelaskan, penetapan Sukoharjo sebagai desa penghasil setelah Bapenda bersama Bagian Sumber Daya Alam (SDA) melakukan surve lokasi dan meminta data dari Operator Migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
“Surat dari bagian SDA dan EMCL bisa diketahui berapa produksi per bulan dan pertahunnya. Sehingga nanti baru bisa diketahui ketemunya itu,” kata Ibnoe.
Selain jumlah produksi, ada beberapa dasar perhitungan penentuan besaran alokasi dana desa (ADD) bagi desa penghasil migas. Diantaranya, jumlah penduduk, luas wilayah, pendapatan perkapita, kejauhan dari Ibu Kota Kecamatan, dan jarak dari mulut sumur.
“Untuk besaran nilai ADD akan dihitung dulu. Karena ada rumusnya, termasuk jumlah produksi per tahunnya,” tutur mantan Camat Gondang itu.
Penetapan sebagai desa penghasil migas ini telah lama menjadi harapan Pemerintah Desa Sukoharjo. Sebab, Lapangan Kedung Keris telah produksi sejak awal 2019 lalu.
“Alhamdulillah, jika tahun depan sudah ditetapkan sebagai desa penghasil migas,” ujar Kepala Desa Sukoharjo, Sulistyawan kepada suarabanyuurip.com, Rabu (20/8/2020).
Menurut Sulis, panggilan akrabnya, Desa Sukoharjo seharusnya sudah menjadi desa penghasil migas. Status tersebut sama dengan desa-desa lainnya yang desanya terdapat sumur minyak.
Dicontohkan seperti Desa Mojodelik dan Kecamatan, sebagai desa penghasil minyak Lapangan Banyu Urip. Desa Ngampel dan Campurejo, sebagai desa penghasil minyak Sukowati. ADD Gayam dan Mojodelik tembus lebih dari Rp 3 miliar pada tahun 2019 lalu.
Sulis berharap dengan ditetapkannya Sukoharjo sebagai desa penghasil migas akan meningkatkan jumlah ADD seperti desa penghasil minyak lainnya. ADD Sukoharjo saat ini Rp498 juta.
“Tapi saya optimis dengan ditetapkan desa penghasil migas, ADD Sukoharjo bisa lebih dari itu,” pungkasnya.
Lapangan Minyak Kedung Keris merupakan bagian dari Blok Cepu, yang dikelola EMCL, bersama Lapangan Banyu Urip, di wilayah Kecamatan Gayam.
Lapangan Kedung Keris ditarget bisa produksi 10 ribu barel per hari (Bph). Produksi minyak dari lapangan tersebut dialirkan ke pusat fasilitas pemrosesan (cantral processing facility/CPF) Banyu Urip sebelum dialirkan ke floating storage and offloading (FSO) Gagak Rimang di lepas pantai Palang Tuban.(suko)





