ADS Ekspor Minyak Banyu Urip di Bawah ICP

FSO Gagak Rimang di perairan laut Palang Tuban, Jatim, menampung minyak mentah dari Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, sebelum dikapalkan.

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) telah mengekspor sekitar 268.800 barel atau setara 42.739.200 liter (1 barel=159 liter) jatah minyak mentah dari Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, pada November dan Desember 2020. Ekspor dilakukan ke Negara Singapura dengan harga US$ 42,5 per barel.

Harga penjualan minyak mentah PT ADS ke luar negeri tersebut di bawah harga minyak mentah indonesia (Indonesia crude price/ICP) Desember 2020 sebesar  US$ 47,78 per barel. Sementara ICP November 2020 di level US$ 40,67 per barel.

“Dua kali ekspor, masing-masing 200 ribu barel. Sesuai jatah BKS dalam pengelolaan PI Blok Cepu,” ujar Presiden Direktur PT ADS, Lalu M Syahril Majidi saat Jengker Bareng Sambung Silaturahmi bersama sejumlah media dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di salah satu restauran di Jalan Untung Suropati, Selasa (12/1/2021) lalu.

Dalam pengelolaan PI 10% Blok Cepu, Kabupaten Bojonegoro melalui BUMD PT ADS memperoleh porsi paling besar dibanding tiga BUMD lainnya, yakni sebesar 4,48%. Sementara BUMD Provinsi Jatim (PT. Petrogas Jatim Utama/PJU)  2,2%, BUMD Blora (PT Blora Patragas Hulu/BPH) 2,28 %, dan BUMD Provinsi Jateng (Sarana Patra Hulu Cepu/SPHC)  1,1%.

Keempat BUMD ini mendapatkan jatah minyak mentah sesuai prosentase dalam pembagian PI 10% Blok Cepu. Dari produksi harian Lapangan Banyu Urip sekarang ini sebesar 220 ribu barel, maka jatah minyak yang diperoleh BKS setiap bulannya sekitar 200 ribu barel.

Baca Juga :   Migas Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Blora

Dengan jumlah itu, sesuai porsi PT ADS 4,48%, maka jatah minyak mentah bagi BUMD Bojonegoro sebanyak 89.600 setiap bulannya.

“Kalau berapa jumlah hasil penjualannya tinggal kalikan saja. Jumlah minyak jatah ADS yang diekspor dikali harga per barel. Jika ingin dirupiahkan, dari hasil penjumlahan itu diklaikan kurs dollar sekarang ini 14.200 rupiah,” tutur Syahril, panggilan akrabnya.

Dijelaskan, ekspor minyak mentah Banyu Urip dilakukan PT ADS bersama tiga BUMD lainnya yang tergabung Badan Kerja Sama (BKS) Blok Cepu. BKS Blok Cepu adalah pengelolaa penyertaan modal (Participating Interes/PI) 10%.

“Jadi keputusan ekspor ini merupakan keputusan kolektif kolegial,” tegasnya.Â

Ekspor minyak mentah dari Lapangan Banyu Urip dilakukan karena semua penampungan minyak mentah milik Pertamina di dalam negeri telah penuh akibat pandemi Covid-19 yang masih berlangsung sampai sekarang.

“Dampaknya permintaan minyak mentah turun 50% karena berkurangnya mobilisasi. Apalagi serapan minyak mentah ini 80% untuk transportasi,” terangnya.Â

Sebelumnya, Ketua BKS Blok Cepu, Hadi Ismoyo menyampaikan telah mengekspor 600 ribu barel minyak mentah dari Lapangan Banyu Urip atau setara 95.400.000 liter (1 barel = 159 liter). Jumlah itu terhitung sejak November dan Desember 2020.

“Alhamdulillah sudah total sekitar 600 ribu barel kargo bagian BKS kami ekspor. Pada jadwal November dan Desember tahun 2020. Oktober puasa lifting digeser ke November dan Desember karena persoalan administrasi yang membutuhkan persiapan,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (2/1/2021) lalu.Â

Baca Juga :   Lifting Minyak Blok Cepu Merosot, EMCL Tak Mau Berkomentar

Hadi menjelaskan, jatah minyak yang diterima BKS Blok Cepu setiap bulannya sebanyak 200 ribu barel dari jumlah produksi harian Lapangan Banyu Urip sebesar 220 ribu barel.Â

“Untuk ekspornya kita tetap melalui Pertamina Persero,” ucap Presiden Direktur PT. Petrogas Jatim Utama (PJU), BUMD Provinsi Jatim ini.

Menurut Hadi, ekspor minyak mentah Banyu Urip jatah BKS Blok Cepu melalui Pertamina Peesero ini penting. Karena jika suatu saat kilang Pertimana sudah siap, maka langsung bisa di-switch (dialihkan) ke dalam negeri.  Â

“Sampai saat ini regulasi untuk mengutamakan kilang dalam negeri masih belum dicabut,” pungkasnya.(suko)

Berikut perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Desember 2020 dibandingkan bulan November 2020 :

– Dated Brent naik sebesar US$ 7,20 per barel dari US$ 42,66 per barel menjadi US$ 49,86 per barel.Â

– WTI (Nymex) naik sebesar US$ 5,72 per barel dari US$ 41,35 per barel menjadi US$ 47,07 per barel.

– Basket OPEC naik sebesar US$ 5,98 per barel dari US$ 42,61 per barel menjadi US$ 48,59 per barel.Â

– Brent (ICE) naik sebesar US$ 6,24 per barel dari US$ 43,98 per barel menjadi US$ 50,22 per barel.Â

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *