Merasa Terdampak Well Test Migas Kolibri, Warga Ngambon dan Sengon Tuntut Kompensasi

Sejumlah perwakilan warga saat mediasi bersama Humas Pertamina EP Sukowati Field, perangkat Desa Sengon, dan pihak keamanan.

Suarabanyuurip.com – Sami’an Sasongko

Bojonegoro – Sejumlah warga Desa Ngambon dan Sengon, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memprotes Pertamina EP Sukowati Field Zona 11 terkait adanya well testing sumur minyak dan gas bumi (Migas) Kolibri, Minggu (23/10/2022).

Protes dilakukan lantaran merasa terganggu dampak bising dan getaran cukup kuat yang ditengarai dari well test tersebut. Mereka menuntut agar Pertamina EP Sukowati Field Zona 11 memberikan kompensasi dan keterlibatan warga dekat lokasi di proyek migas kolibri.

“Kami merasa terganggu adanya kebisingan dan getaran diduga akibat dari well test sumur migas Kolibri,” kata perwakilan warga Ngambon, Ugik, diacara mediasi di kediaman Kepala Dusun (Kasun) Sengon, Sumarsono.

Ugik menjelaskan, sebelum dilakukannya well test tidak ada sosialisasi langsung ke warga. Padahal jarak antara lokasi sumur kolibri dengan rumah warga cukup dekat.

“Jarak Ngambon dengan sumur Kolibri itu hanya sekitar 100 meter. Bahkan ada juga rumah warga yang jaraknya hanya kurang lebih 75 meter. Tapi tidak dilibatkan sebagai tenaga kerja,” ujarnya.

Baca Juga :   100 Kendaraan Alat Berat Dikerahkan ke Sumur Migas Kolibri

Sejumlah warga saat berkumpul di sekitar lokasi sumur Migas Kolibri sebelum dilakukan mediasi.
© 2022 suarabanyuurip.com/Sami’an Sasongko

Senada diungkapkan Kasun Sengon, Sumarsono. Dia mengaku, dengan adanya well test mengakibatkan suara bising yang mengganggu warga, dan ada juga yang mengeluh pusing.

“Kami minta warga terdampak diberikan kompensasi dan dilibatkan sebagai tenaga kerja,” katanya.

“Tidak ada sosialisasi well test. Warga ada yang mengeluh dadanya degdegan, pusing, tanah bergetar, bau menyengat dan panik. Sosialisasi Pemdes tidak diundang. Jarak Sengon dengan lokasi Kolibri sekitar 487 meter,” tandas Kades Sengon, Aziz Mafudi.

Menanggapi hal tersebut, Public Relation Staff PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Sukowati Field, Eko Yudha Prawira mengatakan, kegiatan eksplorasi sumur Kolibri masih mencari sumber. Sehingga well test menimbulkan getaran dan asap hitam. Kegiatan well test selama 14 hari, dan dimulai pada Sabtu 22 Oktober 2022.

“Kegiatan well test dilakukan pada pukul 06.00 samapi 10.00 Wib, dan pukul 14.00 sampai 18.00 Wib. Kami mohon maaf jika kegiatan ini membuat warga terganggu,” ujarnya.

Baca Juga :   Kontribusi Elnusa Sokong Kesuksesan Temuan Sumur Migas Kolibri

Berkaitan tenaga kerja, Yudha menjelaskan, bahwa pihaknya mengikuti petunjuk SKK Migas. Sedangkan untuk kompensasi tidak diperbolehkan berupa uang tetapi sembako. Sementara untuk penyalurannya akan segera dikoordinasikan dengan manajemen.

“Sosialisasi awal well test dilaksanakan di Balai Desa Bondol. Jadi kami berharap dukungan warga masyarakat sekitar untuk kelancaran eksploirasi kolibri. Untuk saran dan masukan warga ini nanti akan kita sampaikan ke manajemen,” sambung Ismail.

Hadir dalam mediasi, Kapolsek dan Danramil Ngambon, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Kades Sengon, Kasun Sengon, Humas Pertamina, perwakilan warga Desa Ngambon dan Sengon.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *