Bengawan Solo Dekati Siaga Merah, 35 Desa di Bojonegoro Terancam Diterjang Banjir

Petugas BPBD Bojonegoro terus memantau TMA Sungai Bengawan Solo yang terus naik.

Suarabanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Tinggi muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus naik di angka 14.03 pielschal atau siaga 2 (kuning) pada Jumat (17/2/2023) malam, pukul 23.00 Wib.

Sungai Bangawan Solo ditetapkan siaga merah ketika TMA menyentuh angka 14.04 pielschal.

Meningkatnya TMA sungai Bengawan Solo ini telah menggenangi rumah warga, lahan persawahan dan infrastruktur publik di sejumlah desa di beberapa kecamatan. Seperti Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Kanor dan sebagaian Kecamatan Dander.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bojonegoro Ardhian Orianto menyampaikan, jika sungai Bengawan Solo meluap ada 35 desa terdampak banjir.

“Jika sampai meluap ada 35 desa di bantaran Sungai Bengawan Solo terdampak banjir,” ujarnya dikutip dari Tv SuaraBanyuurip.

Ardian mengimbau kepada masyarakat di bantaran Sungai Bengawan Solo untuk tetap waspada dan berhati-hati dengan tren TMA yang mengalami peningkatan.

“Tetap waspada jika sewaktu-waktu air meluap,” katanya.

Ardian menambahkan, BPBD Bojonegoro akan terus memberitahukan perkembangan TMA sungai Bengawan Solo setiap jam.

Baca Juga :   Ini 5 Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro dengan Jumlah Penduduk Terbanyak

Sementara itu, Petugas Pembaca TMA Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Budi Susanto mengatakan, diprediksi masih ada kenaikan TMA untuk beberapa jam kedepan. Apalagi dari hulu Waduk Gajah Mungkur sudah siaga 1 hijau yang terjadi pada pukul 01.00 dini hari.

“Jika air kiriman dari hulu Solo dan curah hujan lokal terus terjadi tentu akan diprediksi naik,” katanya.(jk)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA BANYUURIP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *