Disperinaker Bojonegoro Klaim Belum Terima Aduan Keterlambatan Gaji Naker Proyek Gas JTB

Naker proyek Gas JTB.
Perwakilan naker CV Tunas Muda Mandiri dan warga lainnya saat menuntut pembayaran gaji.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Pekerja di proyek Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) Bojonegoro, Jawa Timur protes karena belum menerima gaji sejak Maret lalu. Namun, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro belum menerima aduan terkait keterlambatan gaji tersebut.

“Sampai saat inu belum ada aduan terkait keterlambatan gaji para naker di JTB,” kata Kasi Hubungan Industrial Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro Rafiudin Fatoni.

Dia mengatakan, Disperinaker akan segera menindaklanjuti jika sudah menerima laporan. Sehingga nantinya para naker segera menerima gaji.

“Kami akan menindaklanjuti jika memang benar ada naker belum terima gaji. Tapi kami juga belum terima laporan,” katanya, Sabtu (7/10/2023).

Sebelumnya, kontraktor lokal ring satu proyek Gas JTB di wilayah Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, yakni CV Tunas Muda Mandiri menagih pencairan invoice ke PT Recare dan Rekayasa Industri (Rekind) kontraktor PT Pertamina EP Cepu (PEPC). Puluhan naker menggelar aksi damai ngopi bareng (Ngobar) di warung makan dan minuman (Mamin) dekat gate 1 JTB, Sabtu (07/10/2023).

Baca Juga :   Jumlah Naker Proyek Gas JTB Tersisa 543 Pekerja

Dalam pertemuan HRD Recare, Andri menyampaikan, bahwa belum bisa mencairkan dana tagihan hari ini ke CV Tunas Muda Mandiri karena hari Sabtu Bank tutup.

“Sekarang hari Sabtu kantor Bank tutup, jadi tidak bisa transfer,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama CV Tunas Muda Mandiri, Yaslan mengatakan, bahwa apa yang disampaikan tersebut hanya alasan saja. Karena jika Bank tutup bisa transfer melalui ATM.

“Itu hanya alasan saja, kalau ada dana kan bisa transfer melalui ATM,” katanya.

Pria yang akrab disapa Mas Tewel ini menjelaskan, tagihan di PT Recare dan Rekind sudah sejak bulan Maret hingga saat ini belum cair. Padahal pihaknya juga butuh membayar nakernya.

Para pekerja sempat mengancam akan melakukan aksi damai di JTB jika mereka tidak segera dibayar.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *