Pedagang Pasar di Bojonegoro Berebut Buku “Bondo Nekad” Karya Caleg Partai Demokrat Abdul Wahid Azar

Abdul Wahid.
Caleg DPR RI Partai Demokrat Dapil IX, Abdul Wahid Azar membagikan buku karyanya berjudul Bondo Nekad : Tekad Wong Ndeso Menjadi Legislator kepada pedagang pasar Dander, Kecamatan Dander, Kabupaten Jawa Timur.

SuaraBanyuurip.com – Buku inspiratif berjudul “Bondo Nekad: Tekad Wong Ndeso Menjadi Legislator” karya Abdul Wahid Azar, calon legislatif (Caleg) DPR RI Partai Demokrat Dapil IX (Bojonegoro dan Tuban) menarik perhatian pedagang pasar di Desa/Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Mereka berebut buku tersebut dan ingin mengetahui lebih dalam sosok Abdul Wahid Azar.

“Sekilas tadi saya sempat membaca. Bukunya menginspirasi, karena menceritakan perjuangannya dari bawah hingga sukses seperti sekarang ini,” kata Rosidah (42), salah satu pedagang.

Menurutnya, buku berjudul Bondo Nekad: Tekad Wong Ndeso Menjadi Legislator yang dibagikan secara gratis ini bisa memberikan pemahaman dan gambaran kepada masyarakat tentang biografi Abdul Wahid Azar.

“Buku ini isinya bagus. Kita jadi tahu siapakah sosok Pak Wahid. Apalagi dia kan maju jadi caleg. Sehingga bisa menjadi bahan kita untuk memilih wakil rakyat yang akan mewakili kita,” tuturnya.

“Buku ini untuk anak dan cucuku agar bisa menginspirasi. Meski kami sebagai pedagang kacil, tapi tidak ingin anak maupun cucu seperti kami. Mereka harus sukses dari kami,” sambung Pujianto pedagang lainnya.

Abdul Wahid Azar, Caleg DPR RI Partai Demokrat Dapil IX (Bojonegoro dan Tuban) menjelaskan, buku berjudul “Bondo Nekad: Tekad Wong Ndeso Menjadi Legislator” karyanya ini berisi tentang perjalanan hidupnya. Perjalanan hidup yang penuh tantangan dengan nilai sekolah yang pas-pasan saat sekolah di SMU Muhammadiyah 1 Bojonegoro, dan harus bersaing dengan ratusan ribu anak SMU agar mendapatkan bangku perguruan tinggi negeri. Namun, karena nilai yang tidak begitu baik maka akhirnya memilih perguruan tinggi negeri di luar Jawa, dan diterima di Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana Kupang, Provinsi NTT.

Baca Juga :   Matahari Pagi 02 Bojonegoro Keluarga Besar Muhammadiyah Dukung Prabowo-Gibran
Abdul wahid.
Salah satu pedagang pasar Dander menunjukkan buku karya Abdul Wahid Azar.

Dalam buku tersebut, Cak Wahid, panggilan akrabnya, juga menceritakan bagaimana kondisi ekonomi yang sulit di desa menjadi pemicu tekadnya untuk mengubah nasib dirinya dan masyarakat sekitar.

Cak Wahid yang berasal dari sebuah desa kecil di Jawa Timur, anak pinggiran Sungai Bengawan Solo, telah menaklukkan tantangan dan merangkak dari lapisan masyarakat terpinggirkan untuk menjadi calon wakil rakyat yang berpengaruh. Buku “Bondo Nekad: Tekad Wong Ndeso Menjadi Legislator” membuka tirai kehidupan pribadinya, mengungkapkan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam perjalanan karir hidupnya hingga menjadi salah satu “Sultan” di Kemang Pratama, Kawasan elit di Kota Bekasi.

Di dalam buku Bondo Nekad: Tekad Wong Ndeso Menjadi Legislator, Cak Wahid juga menekankan pentingnya nilai-nilai lokal, seperti gotong royong dan solidaritas, yang membantunya mengatasi berbagai rintangan.

“Melalui buku ini saya ingin menghadirkan motivasi bagi generasi muda untuk mengejar impian mereka, tanpa memandang latar belakang atau kondisi sosial,” kata cak Wahid ditemui di sela-sela menemui warga dan membagikan buku di Pasar Dander.

Baca Juga :   Desain Beasiswa untuk Mahasiswa di Bojonegoro

Cerita pribadi Cak Wahid yang ditulis dalam buku Bondo Nekad : Tekad Wong Ndeso Menjadi Legislator, memberikan pesan kuat kepada generasi muda.

“Saya bukanlah seseorang yang istimewa. Saya hanyalah wujud dari tekad dan semangat untuk berbuat lebih bagi masyarakat. Setiap orang, terutama dari desa, memiliki potensi untuk membuat perubahan.

Buku ini tidak hanya menyoroti perjuangan sang Bondo Nekad, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenung tentang pentingnya keterlibatan politik dari berbagai lapisan masyarakat.

“Pendidikan adalah kunci utama keberhasilan. Karena itu saya mendorong generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam proses politik demi mencapai perubahan positif,” tegas Cak Wahid.

Dalam pembagian buku Bondo Nekad : Tekad Wong Ndeso Menjadi Legislator, Cak Wahid juga mencuplik kisah perjuangan Ibunya yang luar biasa. Ibunya adalah pedagang sayur keliling yang barang dagangannya digendong, sementara tangan kanan dan kirinya bergantian menenteng tas jinjing terbuat dari bambu berisi sayur mayur. Ibunya berjalan kaki dari kampung ke kampung menjajagan barang dagangannya.

“Apabila masyarakat Bojonegoro dan Tuban menginginkan buku Bondo Nekad, Tekad Wong Ndeso Jadi Legislator dapat diambil secara gratis di Radio Istana FM, tentu saja dalam jumlah terbatas. Atau bisa juga dibaca dalam cetakan versi digital di www. wahidproinovasi.id. Dalam website ini juga ada akses karir baik dalam dan luar negeri prioritas bagi generasi muda Bojonegoro dan Tuban,” pungkas Cak Wahid.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *