PEPC Zona 12 : Pemenuhan Naker JTB yang Dibutuhkan Telah Berkoordinasi dengan Desa

PT Elnusa dan terkait saat koordinasi perihal tenaga kerja dengan Kepala Desa Bandungrejo, Sapani.(Foto PEPC/Ist)

SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko

Bojonegoro – Operator proyek ladang Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 menyebutkan, bahwa PT Tripatra dan Elnusa telah bekerja di JTB sejak akhir tahun 2023 lalu. Dalam pemenuhan tenaga kerja (Naker) yang dibutuhkan telah berkoordinasi dengan pihak desa.

“Pihak mitra kerja PEPC Zona 12, yaitu Tripatra dan Elnusa telah bekerja sejak akhir tahun 2023, dalam kaitan ini kami telah berkoordinasi dengan pihak desa dalam pemenuhan tenaga kerja yang dibutuhkan oleh kedua mitra kerja,” kata Manager ComRel CID PEPC, Rahmat Drajat kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (02/02/2024) malam.

Disinggung mengenai tenaga kerja sudah dilaporkan apa belum ke Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Dikatakan bahwa terkait tenaga kerja sudah dilaporkannya ke Disperinaker Bojonegoro.

Diberitakan sebelumnya, Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disperinaker Kabupaten Bojonegoro, Slamet mengatakan, naker yang bekerja di proyek JTB hanya tersisa 290 orang saja.

“Naker itu yang memiliki keahlian atau skill di bidang masing-masing,” katanya, Senin (29/1/2023).

Baca Juga :   Jatim Berpotensi Surplus Gas, Lapangan Gas Tua Tetap Dipertahankan Produksi

Sedangkan, kata dia, yang tidak memiliki skill atau tenaga kasar hanya tersisa 1 pekerja saja. Itupun berasal dari luar Bojonegoro.

Dia mengatakan, bedasarkan laporan Pertamina EP Cepu Regional 4 Zona 12 per September 2023 lalu, terinci 122 naker lokal yang masih bekerja di JTB. Sisanya sebanyak 168 pekerja non lokal.

“Jumlah pekerjanya masih banyak yang berasal dari luar Bojonegoro,” kata Slamet.

Slamet menjelaskan, sampai saat ini belum ada laporan terbaru dari PEPC atau perusahaan lainnya yang bergerak di bidang perminyakan. September 2023 itu, laporan terakhir.

Belum adanya laporan terbaru jumlah tenaga kerja (Naker) proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) ke Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, memantik Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat angkat bicara.

Disperinaker Bojonegoro diminta segera memanggil operator proyek gas JTB, PT Pertamina EP Cepu (PEPC) untuk melaporkan data pekerjanya di proyek JTB.

“Disperinaker segera memanggil pihak JTB, untuk intervensi kebijakan,” kata Sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (01/02/2024).

Baca Juga :   12 Perusahaan di Proyek Gas JTB Perpanjang Kontrak Hingga Juli Mendatang

Politikus Partai Golkar ini menegaskan, bahwa laporan jumlah naker di JTB harus diperbarui setiap bulan. Agar nanti bisa diketahui jumlah naker lokal Bojonegoro dan non lokal yang masih bekerja di sana.

“Ini juga agar rekrutmen naker di JTB harus memprioritaskan warga Bojonegoro,” ujar Mas Pri sapaan akrabnya.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. Orong bjn malah gak da yg kerja malah proyeh di grisik masak yg kerja orang di luar bjn mohon pengertiannya orang bjn ya butuh kerja