SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur menyayangkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) mencari tender proyek hingga ke luar daerah. Padahal di Bojonegoro banyak peluang pekerjaan di industri migas yang bisa ditangkap.
“PT BBS butuh perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, agar tetap aktif menambah pendapatan asli daerah,” kata Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sally Atyasasmi.
Perhatian tersebut dibutuhkan karena PT BBS sebagai BUMD harus mencari pekerjaan di luar Kabupaten Bojonegoro, yakni di Nusa Tenggara Barat (NTB). Sehingga, kata Sally, PT BBS membutuhkan upaya penyelamatan agar tetap eksis di industri migas Bojonegoro.
“Kami sangat menyayangkan hal tersebut. Pemerintah perlu memberikan perhatikan khusus agar dividen yang diberikan BBS kepada Bojonegoro bisa dicapai,” katanya, Jumat (13/6/2025).
Dia mengungkapkan, peran BUMD dalam meningkatkan PAD sangat penting, sehingga harus dioptimalisasi. Salah satunya PT BBS yang saat ini hanya memiliki satu unit usaha. Yakni, mengelola minyak mentah dari sumur tua di Wonocolo, Kedewan.
“PT BBS harus dilibatkan perusahaan pemenang tender khususnya di industri migas di Bojonegoro,” jelasnya.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri menyampaikan, PT BBS memilih mencari pekerjaan di luar Bojonegoro merupakan usaha agar tetap eksis.
“Namun faktanya meski proyek tersebut di sektor migas PT BBS masih kalah bersaing dengan perusahaan lain,” ujarnya.
Sementara itu suarabanyuurip.com saat mengkonfirmasi Manager Proyek PT BBS, Muhammad Ali Imron hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan jawaban.(jk)





