SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Izin sumur minyak tradisional di Lapangan Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang dikelola PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) belum diperpanjang. Berkas perpanjangan pengelolaan sumur minyak tua yang dikirim ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) belum turun.
“Izin perpanjangan pengelolaan sumur minyak tua di ESDM masih belum turun,” kata Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sally Atyasasmi.
Dia mengatakan, izin pengelolaan sumur minyak tua tahun 2025 ini sudah habis, dan sedang proses perpanjangan. Hal tersebut juga dibahas di Badan Anggaran Banggar DPRD Bojonegoro dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) kemarin untuk segera ditindaklanjuti.
“Untuk kapan izin pengelolaan tersebut selesai, saya belum tahu pasti. Akan tetapi sumur minyak tua sekarang belum dikelola lagi oleh PT BBS, karena terganjal izin,” katanya, Minggu (15/6/2025).
Sally melanjutkan saat rapat pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Bojonegoro tahun anggaran 2024 kemarin, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Andik Sudjarwo menyampaikan semua syarat perizinan sudah dikirim ke Kementerian ESDM.
“Sehingga tinggal menunggu izin tersebut turun,” ujarnya.
Pejabat (Pj) Sekda Bojonegoro Andik Sudjarwo mengatakan, perizinan pengelolaan sumur minyak tua di lapangan Wonocolo sudah berada di meja Menteri ESDM.
“Izin sumur tua sudah disampaikan ke Pak Menteri ESDM. Kemudian semua berkas baik administrasi dan syarat lainnya sudah lengkap,” jelasnya saat rapat bersama tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bojonegoro beberapa waktu lalu.
Dia menambahkan, core business (bisnis inti) khususnya PT BBS harus dioptimalkan, karena peran BUMD dalam meningkatkan PAD sangat penting.
“PT BBS bisa merambah ke proyek infrastruktur di Bojonegoro,” tandasnya.
Perwakilan Karang Taruna Desa Wonocolo, Lendi mengatakan, para pekerja di sumur minyak tua Wonocolo masih beraktivitas.
“Namun sejumlah pekerja mengaku bahwa, kontrak di sini sudah habis. Itu yang menyampaikan teman-teman saya, untuk pastinya saya tidak tahu,” tambahnya dihubungi suarabanyuurip.com, Minggu (15/6/2027).
Sementara itu suarabanyuurip.com telah berupaya konfirmasi Manager Proyek PT BBS, Muhammad Ali Imron. Namun hingga berita ini ditayangkan belum mendapatkan jawaban.
Sebagai informasi, BUMD Bojonegoro PT BBS sebelumnya mengelola sebanyak 247 sumur minyak tradisional di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan.(jk)





