SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Transfer dana bagi hasil (DBH) migas Bojonegoro, Jawa Timur tahun 2025 bakal melampaui target Rp1,9 triliun. Sebab Kabupaten Bojonegoro masih akan menerima kucuran transfer dari pemerintah pusat sebanyak tiga kali.
“Target DBH Migas tahun 2025 sekitar Rp1,9 triliun, dan diprediksi bakal melampaui target,” kata Kepala Bidang Perimbangan dan PAD lainnya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Achmad Suryadi.
Dia menyampaikan, total DBH Migas yang telah diterima Bojonegoro mulai Januari hingga Mei 2025 sekitar sebesar Rp773 miliar. Nantinya Pemkab Bojonegoro pada Juni ini bakal menerima transfer kembali, namun untuk jumlahnya masih belum diketahui.
“Perkiraan jumlahnya besar, melebihi transfer ketiga yakni Rp292 miliar,” katanya.
Dia berharap, target yang telah ditetapkan dapat dicapai, karena untuk menambah pendapatan Kabupaten Bojonegoro. Meski di sisi lain akan menambah sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa).
Selain itu, dengan perubahan regulasi, tahun ini Bojonegoro bakal menerima transfer DBH migas sebanyak enam kali. Dia mengatakan, transfer dari pemerintah pusat masih kurang tiga kali hingga akhir tahun nanti.
“Tapi kami optimistis mencapai target,” katanya kepada suarabanyuurip.com.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri menambahkan, transfer DBH migas diharapkan bisa mencapai target, atau bahkan bisa melampaui. Karena untuk menutupi devisit tahun ini yang dipasang Pemkab Bojonegoro.
“Devisit biasanya ditutup dengan Silpa, sehingga transfer wajib melebihi target,” tandasnya.(jk)





