Baru Capai 28.676 Jiwa, Cek Kesehatan Gratis di Bojonegoro Sasar Pelajar

Cek kesehatan gratis.
Warga Bojonegoro saat mengikuti cek kesehatan gratis.(ist)

SuaraBanyuurip.com – Program Cek kesehatan gratis (CKG) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur masih di bawah target. Dari target 477.108 jiwa atau 36 persen pada 2025, hingga per 7 Juli total sasaran CKG baru sebanyak 28.676 orang atau 6,01 persen. Jumlah ini baru 2,16% dari total penduduk 1.325.299 orang.

Untuk mempercepat target CKG 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Kesehatan akan jemput bola melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk anak sekolah.

“CKG untuk anak sekolah akan kita mulai pada tahun ajaran baru (Juli 2025), dilaksanakan 1 (satu) kali per tahun pada setiap tahun ajaran baru di satuan pendidikan dalam rentang waktu Juli sampai dengan Desember semester ganjil. Jika tidak memungkinkan dapat dilanjutkan di Januari – Juni atau semester genap,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ninik Susmiati saat rapat koordinasi di ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro Senin (7/7/2025).

Ninik menjelaskan, sasaran CKG Anak sekolah utamanya anak usia 7 – 17 tahun. Juga sasaran tambahan anak usia kurang dari 7 tahun dan lebih dari 17 tahun di satuan pendidikan. Juga anak usia 7-17 tahun di luar satuan pendidikan dan tenaga pendidik dan kependidikan.

Baca Juga :   193,6 Juta Orang Akan Mudik Lebaran Idul Fitri 2024, Tujuan Terbanyak Jawa Tengah

“Kami harapkan ada peran serta dan dukungan dari satuan pendidikan, baik sekolah pondok pesantren dan sekolah rakyat juga orang tua sehingga CKG sukses,” tuturnya.

CKG adalah langkah strategis dalam rangka percepatan pembangunan kesehatan yang salah satunya dengan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Ninik menambahkan, CKG bertujuan mengidentifikasi faktor risiko kesehatan agar masyarakat tetap sehat. Lewat CKG bisa mendeteksi kondisi pra penyakit agar tidak berkembang menjadi penyakit. Serta mendeteksi penyakit lebih awal agar dapat diberikan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi serta menurunkan risiko kecacatan dan kematian.

“Pemerintah pada tahun 2025 menetapkan target 36% masyarakat Indonesia mendapatkan pelayanan CKG,” jelasnya.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono meminta para camat untuk mengajak masyarakat mengikuti CKG. Juga menyiapkan data, anak-anak sekolah atau anak-anak yang mempunyai perlakuan khusus.

“CKG ini kita launching untuk masyarakat, dan mulai hari ini kita mulai dari anak-anak kita, dari TK hingga SLTA,” tegasnya.

Bupati Wahono berpesan agar semua berpartisipasi mengajak siswa melakukan CKG untuk menciptakan SDM yang unggul. Harapannya setelah mengikuti CKG, anak-anak sekolah akan terdeteksi jika terdapat gangguan kesehatan.

Baca Juga :   Penertiban Baliho Mantan Bupati : Pj Bupati Bojonegoro dan Kominfo Tidak Sepaham

“CKG ini mungkin perlu ditambah pengecekan psikilogis nya,” pesannya.

Pemerintah, lanjut Bupati Wahono menjelaskan, sangat konsen di bidang kesehatan untuk menuju Indonesia emas tahun 2045. Sebab untuk generasi maju dan Makmur, maka harus dimulai dari anak-anak.

“Maka untuk mewujudkannya, perlu sinergitas yang luar biasa unggul, memiliki daya saing dan memberikan yang terbaik di masa depan,” tandasnya.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *