Sumur Minyak Tradisional di Blora Terbakar, Tim Gabungan Sempat Minta Bantuan Damkarmat Bojonegoro

Sumur tradisional terbakar
Personel Dinas Damkarmat Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur saat melakukan pemadaman mem-back up Damkar Kabupaten Blora, Jawa Tengah di lokasi kebakaran sumur minyak tradisional.(ist/agus)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Kebakaran sumur minyak tradisional di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sejak Minggu (17/8/2025) pukul 12.30 WIB tak hanya membutuhkan pemadaman dari unsur gabungan pemangku kepentingan di wilayah setempat.

Namun juga sempat meminta bantuan dari kabupaten tetangga. Salah satunya dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

“Kita (kami) kemarin sudah back up 1 unit dengan 4 personil dari Pos Padangan,” kata Kepala Dinas Damkarmat Bojonegoro, Siswoyo melalui Kepala Bidang (Kabid) Penyelamatan dan Pemadaman, Ahmad Agus Salim kepada Suarabanyuurip.com, Senin (18/8/2025).

Dalam keikutsertaan pemadaman kebakaran tersebut, situasi terakhir yang dilaporkan oleh Dinas Damkarmat Bojonegoro hanya sampai Minggu malam, (17/8/2025) pukul 23.00 WIB. Saat itu api belum dapat dipadamkan. Sedangkan regu Damkar Bojonegoro kembali ke pos. Namun Damkar Blora masih bersiaga di lokasi.

“Laporan terakhir sampai tadi malam pukul 23.00 Wib, api belum dapat dipadamkan. Damkar Blora stanby di lokasi antisipasi agar api tidak menjalar ke pemukiman. Sedangkan untik Damkar Bojonegoro kembali ke pos masing-masing,” terang Ahmad Agus Salim.

Baca Juga :   Berharap Proyek Pipa Gresem Utamakan Warga Lokal

Sekembalinya regu Damkar Bojonegoro ke pos, lanjut Agus, pihaknya tidak lagi kembali melakukan pemadaman ke Blora. Sebab sebagaimana informasi yang ia terima, hari ini bergantian regu damkar dari daerah lain.

“Tidak pak (tidak berangkat ke Blora). Infonya hari ini gantian (Damkar) Rembang yang berangkat,” bebernya saat dikonfirmasi.

Diberitakan sebelumnya, akibat kebakaran sumur minyak tradisional, tiga orang korban meninggal, dan sebanyak 50 kepala keluarga (KK) mengungsi ke rumah kerabat, sementara hewan ternak juga dievakuasi, terdiri dari enam ekor sapi dan tiga kambing.

Kebakaran yang terjadi sejak Minggu, 17 Agustus 2025 pukul 12.30 WIB itu juga mengakibatkan kerusakan rumah warga. Satu rumah rusak berat dan tiga rumah mengalami rusak sedang.

Hingga hari ini (Senin 18 Agustus 2025) pukul 06.30 WIB, semburan gas dan kobaran api dari sumur minyak pengeboran baru itu masih belum berhasil dipadamkan.

Tim gabungan dari BPBD Blora, Damkar Satpol PP, Damkar Pertamina Cepu, Polsek Bogorejo, Koramil Bogorejo, perangkat desa, serta warga masih berjibaku melakukan pemadaman dan pemantauan di lokasi.

Baca Juga :   Tahun 2023, Produksi Minyak Sumur Tua di Wonocolo Ditargetkan 400 BOPD

“Untuk update semburan mulai berkurang. Hari ini rencananya akan dilakukan pemadaman oleh tim gabungan,” ujar Tim Reaksi Cepat BPBD Blora, Agung Triyono, melalui video yang dikirim kepada wartawan.(fin/ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait